BERITA

Meski Liburan, FK2M Adakan Diskusi Musyawarah Kitab Via Online

Ma’hadaly.Enje – Jum’at (07/05) pengurus FK2M (Forum Komunikasi Kitab Mahasantri) mengadakan diskusi via online ditengah liburan mahasantri. Berbeda ketika di pondok, musyawarah dibuka secara umum, baik dari kalangan Mahad Aly, alumni dan para pelajar dari luar pesantren Nurul Jadid.

Acara yang dihadiri sekitar 37 peserta ini diselenggarakan dengan tujuan melestarikan khazanah keislaman yang berupa musyawarah kitab, agar para santri tetap belajar sekalipun pada saat liburan.

“Sebenarnya diadakannya acara ini untuk tetap menjaga hidupnya forum diskusi sekalipun saat liburan” ujar Imam Tobroni selaku ketua FK2M.

Musyawarah saat itu membahas tentang Kafa’ah kitab fathul muin ini, diisi oleh mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid semester empat yaitu saudara Lutfillah dan dimoderatori oleh Alfin Haidar Ali. Terdapat beberapa sesi dalam musyarah tersebut, yang pertama pemaparan materi dan pembacaan kitab, kemudian sesi sanggahan, tanya jawab dan terakhir kesimpulan.

Selain itu, salah satu alumni Mahad Aly Nurul Jadid mengaku senang dan bangga dengan tetap diadakannya diskusi via online ini. Hal ini sebagaimana pemaparan dari Ustazah Laila Nur Maharani selaku tenaga pengajar di Ma’had Aly Nurul Jadid.

“Masukan ya, bedakan dengan diskusi ketika di pondok. Tingkatkan sistem diskusinya lebih resmi, karena banyak pesertanya bukan hanya dari gang J saja tapi ada yang dari lombok dan Pontianak.” Ungkap perempuan asal Kalimantan.

Kontributor : Kholilah

Penuhi Persyaratan, 20 Mahasantri Tamhidiyah Laksanakan Tes Kelayakan Gelombang Pertama

Ma’hadAly.Enje – Pada sabtu (10/04) Marhalah Tamhidiyah adakan tes kelayakan untuk para mahasantri yang sudah memenuhi persyaratan tes kelayakan.

Sebanyak dua puluh Mahasantri Tamhidiyah menjalani tes kelayakan yang bertempat di Musholla putra Al-amiri (J) untuk mengikuti wisuda akbar mendatang.

Menurut Ustadah Rofatayatun, S. Pd, selaku wakil musdir (Musaid Mudir, red) tamhidiyah menjelaskan bahwa diadakannya nya tes kelayakan ini tidak lain untuk menilai kemampuan mahasantri dalam memahami materi ilmu alatnya dan kelancaran baca kitabnya.

“Penilaiannya dilihat dari kemantapan materi dan kelancaran bacaan kitab kuningnya” jelas wanita asal Bondowoso tersebut.

Penguji tes kelayakan ini terdiri dari empat penguji berbeda dengan estimasi waktu 5 menit untuk setiap penguji. Pelaksanaan tes kelayakan ini berlangsung dari malam hari sabtu dan akan terus berlanjut keesokan harinya hingga selesai.

Tes kelayakan ini akan kembali di laksanakan sekitar satu hingga dua gelombang dengan waktu yang masih belum di tentukan.

“Tergantung kesempatannya, kalau nututi akan ada dua kali tes gelombang kelayakan” imbuhnya.

Mahasantri marhalah tamhidiyah mengaku sangat khawatir tidak lancar saat akan mengikuti tes kelayakan pasalnya merasa kekurangan persiapan untuk mengikuti tessan tersebut. Sebagaima yang di paparkan oleh salah satu Mahasantri tamhidiyah, Fatimatuz zahroh asal Sumenep.

“Asli deg-degan, takut tidak lulus. Tapi ya bismillah insyallah lancar dan bisa lulus bareng temen-temen semua” harapnya.

Kontributor : Kholilah

47 Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid Laksanakan I’lan Perdana

Ma’hadAly.Enje – Jumat (08/April) sebanyak empat puluh tujuh Mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid semester empat dan enam laksanakan I’lan takhassus di Aula Ma’had Aly Nurul Jadid.

Acara i’lan ini merupakan uji kemampuan hasil belajar para Mahasantri di ruang publik yang dihadiri oleh beberapa kiai, keluarga dhalem dan santri Ma’had Aly lainnya.

Menurut Ust. Taufikurrohman selaku ketua panitia mengungkapkan tujuan acara i’lan ini adalah untuk mengasah kemampuan mahasantri sebelum menaiki semester selanjutnya.

Dalam acara i’lan tersebut terdapat empat fan berbeda, untuk semester empat yakni fan ilmu Arud dan Mantiq (logika). Sedangkan semester enam adalah fan ilmu Balagah dan Qowaid fikih.

I’lan ini juga menjadi penentu kenaikan semester untuk para mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid. Sedang untuk mahasantri yang tidak lulus tes kelayakan i’lan akan kembali mengikuti tes kelayakan kenaikan semester pada Sabtu 10 April 2021 mendatang.

Menurut Ust. Suliyanto selaku Naib Mudir Ma’had Aly Nurul Jadid menuturkan bahwa acara i’lan ini sudah di gadang-gadang akan terlaksana mulai tahun kemarin, namun ada banyak kendala yang menghambat, salah satunya pandemi COVID-19 yang tak kunjung reda sehingga tertunda hingga tahun ini.

“Sebenarnya I’lan ini sudah kami rencanakan sejak tahun lalu, namun karena beberapa kendala. Salah satunya pandemi ini, akhirnya baru terlaksana pada tahun ini” jelasnya.

Selain itu acara I’lan ini juga merupakan cita-cita besar mendiang Alm. KH. Muhammad Romzi Al-Amiri mannan.

“Sejak dulu beliau (Kiai Romzi) sangat mendambakan acara ini, sekalipun beliau sudah tiada, saya yakin beliau turut menyaksikan acara malam ini” imbuh pria asal Raas-Sumenep tersebut.

Kontributor : Kholilah

Pemprov Jatim Tes Uji Baca Kitab Calon Mahasantri Baru Penerima Beasiswa

MahadAly.Enjhe – Pemerintah Provinsi Jawa Timur uji langsung kemampuan baca kitab calon penerima beasiswa mahasantri baru Ma’had Aly Nurul Jadid.

Bertempat di kantor Ma’had Aly, Bpk. Dr. H. Yunus Abu Bakar atau yang biasa disapa gus Yunus menguji sebanyak 30 mahasantri baru.

Pada kesempatan kali ini, terdapat empat orang yang menjadi penguji dan pengawas ujian. Mereka adalah Dr. H. Yunus Abu Bakar, Zaini, Sos, M. Af Rizal M. dan Prof. Dr. H. Halim Soebahar, MA.

“Akan tetapi Prof. Halim harus pulang terlebih dahulu karena ada kepentingan mendadak.” Ujar Bpk. Rizal selaku salah satu staf Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD).

Ia juga mengungkapkan, bahwasanya pada tanggal 7-8 April ini, pihak pemprov menyebar ke 17 pesantren terpilih yang mendapatkan beasiswa pada tahun ini.

Sedangkan untuk bantuan dari pemerintah adalah sebesar sepuluh juta tiap santri. Sedangkan santri penerima beasiswa di tiap Ma’had Aly adalah 25.

“Jadi tiap Ma’had Aly itu menerima bantuan sebesar dua ratus lima puluh juta. Sedangkan untuk perinciannya diserahkan pada pihak Ma’had Aly terkait.” Ujarnya saat diwawancari.

Dengan adanya bantuan dana ini, diharapkan dua puluh lima santri tercantum ini selesai hingga kelulusan. Karena bagi pemprov, 25 santri ini harus tetap ada.

Kontributor : Alfin Haidar Ali

 

Pra Wisuda Akbar, Marhalah I’dadiyah Adakan Tes Kelayakan

Ma’hadAly.Enje – Kamis (08/04) Marhalah I’dadiyah adakan tes Kelayakan untuk mengikuti wisuda akbar ke tujuh bulan syawal mendatang.
Seluruh mahasantri i’dadiyah yang telah memenuhi persyaratan, di uji oleh seluruh musyrif (pengurus, red) marhalah i’dadiyah di musholla putra Al-Amiry (J).

Menurut Ustadah Nur Laila Maharani selaku wakil Musdir (Musaid Mudir, red) Marhalah I’dadiyah bahwa diadakannya tes kelayakan tersebut bertujuan untuk menilai kematangan materi yang telah dikaji selama di I’dadiyah dan penentuan layak tidaknya untuk di wisuda, sehingga dengan begitu tiap peserta didik di ketahui kemampuannya dalam penguasaan materi tersebut.

“Sebenarnya kematangan keselurahan materi sangat penting, seperti cara bacanya tapi memang yang paling prioritas memang murodiyah (maksud, red) redaksi kitab, pemahamannya dan dalil nadzam Rohbiyahnya” ujar wanita asal Kalimantan tersebut.

Pelaksanaan tes kelayakan di lakukan dalam dua waktu berbeda, yang mana uji kelayakan ini akan berlangsung hingga keesokan harinya, Jum’at (09/04). Dan, akan kembali diadakan uji kelayakan kedua pada beberapa minggu mendatang.

Mahasantri i’dadiyah juga sangat bersemangat dalam mengikuti tes kelayakan ini, menurut mereka ketika selesai mengikuti ujian ini mereka akan lebih fokus untuk menjalani masa pematangan materi.

“yah, enak bisa lebih fokus belajar nanti, untuk hasil nya tetap berharap yang terbaik aja”, ucap Rofiqoh Afifah yang merupakan salah satu peserta tes kelayakan.

Kontributor : Kholilah

Ubah Jadwal, Demonstrasi I’lan Dilaksanakan Nanti Malam

MahadAly.Enjhe – Rencana demonstrasi i’lan keilmuan Ma’had Aly Nurul Jadid yang awalnya akan dilaksanakan pada hari jum’at (09/04) esok hari, kemudian diubah akan dilaksanakan nanti malam.

Kegiatan demonstrasi i’lan ini merupakan pembuktian hasil belajar mahasantri sesuai dengan fan dan semester masing-masing, yakni ilmu mantiq (logika), arudh, ilmu balaghoh dan kaidah fikih.

Keputusan ini berdasarkan rapat antar musyrif (pengurus, red) pada hari rabu (07/04) siang lalu. Keputusan perubahan jadwal ini bukan tanpa alasan, akan tetapi beberapa acara ternyata dilaksanakan secara bersamaan menjelang memasuki bulan Ramadhan ini.

“Awalnya akan dilaksanakan pada esok malam. Tapu di wilayah Fatimatuzzahro mengadakan wisuda. Dan hal ini sudah disetujui oleh lora Barizi.” Ungkap Ust. Irpan Husaini selaku musdir Ma’had Aly.

Selain itu, Ust. Irpan juga menambahkan bahwasanya apabila kegiatan i’lan ini dilaksanakan pada malam ahad juga tidak memungkinkan. Karena pada malam itu terdapat acara pembukaan semarak Ramadhan di pusat.

“Setelah itu, agenda kegiatan pesantren Ramadhan sudah dimulai. Dan, Ma’had Aly pun juga punya jadwal sendiri dalam hal ini.” Pungkas pria asal pulau Lombok tersebut.

Kontributor : Alfin Haidar Ali

Perdana, Sidang Munaqosyah Ma’had Aly Setelah Diakui Strata Satu

Ma’hadAly.Enje – Pada kamis (01/04) seluruh mahasantri semester akhir Ma’had Aly Nurul Jadid mengikuti sidang munaqosyah perdana setelah Ma’had Aly resmi setara dengan perguruan tinggi strata satu.

Pelaksanaan siang munaqosyah ini terletak di dua tempat berbeda, yakni di Musholla putra Al-amiri (J) dan di Kantor Ma’had Aly Nurul Jadid.

Pelaksanaan ujian skripsi ini bertujuan untuk menguji kemampuan peserta ujian dan memperkuat alasan para mahasantri dalam memilih judul yang mereka ambil, kecakapan dalam menganalis kasus dan keterampilan menulis karya ilmiah dalam bentuk bahasa arab.

“Selain itu, tujuan ujian skirsi juga untuk menguji kualitas dan pencapaian yang telah didapatkan selama berkuliah di Ma’had Aly Nurul Jadid.” ujar Ust. Ach. Qusyairi selaku ketua panitia.

Menurut Ustad Ahmad Hariyanto selaku penanggung jawab pelaksanaan sidang munaqosyah untuk mahasantri semester akhir menjelaskan bahwa ada dua penguji yang terdiri dari beberarapa dosen unggulan Ma’had Aly Nurul Jadid. Yakni, Lora Imdad Robbani, M. Thi, Ustaz, Ainol Yaqin M .E dan Ustaz Hasan Basri L.c serta Ustaz Suliyanto, M. Pd.

Oleh karenanya, ada beberapa pengembangan sistem dari ujian skirpsi saat ini. Dengan estimasi waktu yang telah ditentukan dalam sesi-sesi tanya jawab dan presentasi.

“Sebenarnya kalau ujian itu, yang di takutkan adalah ketidak lulusan dan nilai yang mengecewakan atau kurang memuaskan” ujar Siti Royani salah satu peserta sidang munaqoysah asal situbondo.

Kontributor : Kholilah

Wajah Baru Perpustakaan Ma’had Aly Nurul Jadid

MahadAly.Enjhe – Sejak hari jumat (26/03) perpustakaan Ma’had Aly Nurul Jadid tampil dengan wajah baru. Tempat perpustakaan yang semula berada di sebelah musholla al-Amiri, kini dipindah berada di belakang musholla. (Kantor Ma’had Aly yang lama, red).

Perpindahan perpustakaan ini merupakan perintah yang sempat diamanahkan oleh Alm. Kiai Romzi al-Amiri Mannan supaya perpustakaan dipindah ke tempat yang lebih luas, yakni kantor Ma’had Aly lama.

“Sekelas Ma’had Aly memang perpustakaannya harus memadai dan lebar. Dan bila dipindah ke kantor Ma’had Aly ini, perpustakaan semakin luas. Fasilitas semakin memadai.

Jadi saya harap teman-teman Mahasantri semakin semangat untuk membaca kitab dan buku di perpustakaan.” Ujar Ust. Fakhrur Rozi selaku kepala Perpustakaan.

Pada hari perdana tersebut, tepatnya ba’da sholat Jum’at sebagai jadwal buka perpustakaan bagi santri putra, perpustakaan mulai banyak dikunjungi mahasantri Ma’had Aly. Mereka tidak hanya membaca, akan tetapi meminjam kitab hingga mengerjakan tugas akademik di perpustakaan.

“Awalnya sempat sepi. Kemudian, satu demi satu mulai berdatangan. Mengerjakan tugas, membaca hingga meminjam kitab di Perpustakaan.” Ujar Imam Thobroni selaku penjaga perpustakaan pada hari perdana tersebut.

Kedepannya, Ust. Fakhrur Rozi mengungkapkan akan ada inovasi baru di perpustakaan Ma’had Aly, yakni dengan menambahkan aplikasi digital perpustakaan.

“Supaya pendataan pengunjung serta isi kitab dan buku perpustakaan bisa di laksanakan secara digital.” tambahnya.

Kontributor : Alfin Haidar Ali

Klinik Az-Zainiyah Lakukan Pengasapan di Ma’had Aly Nurul Jadid

MahadAly.Enjhe – Pada sabtu (20/03) ini, tepatnya pukul 14.30 an,  klinik Az-Zainiyah melakukan pengasapan (fogging) di Ma’had Aly Nurul Jadid, wilayah al-Amiri (J). Sebelumnya telah tersebar surat edaran terkait akan adanya pengasapan dari klinik Az-Zainiyah.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Klinik Az-Zainiyah nomer NJ-J/04/033/A.I/03.2021 bahwasanya menindaklanjuti laporan penyakit Demam Berdarah bulan Februari dan Maret tertanggal 1 Februari sampai dengan 15 Maret 2021 dengan jumlah kasus 39 pasien, Klinik Az-Zainiyah mengadakan kegiatan pembasmian nyamuk dan jentik nyamuk dengan pengasapan di seluruh lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Sebanyak dua orang berpakaian oren dan satu orang pemandu menjalankan pengasapan ini dengan baik. Sesaat, kegiatan para santri seperti mencuci, tidur dan sebagainya harus berhenti sejenak karena akan ada pengasapan di wilayah al-Amiri (J) ini.

“Kami sudah berkeluaran di depan kamar. Dari menutup makanan hingga mengeluarkan barang-barang yang perlu tidak dihindarkan dari pengasapan pun sudah. Tapi, ternyata yang di fogging hanya lantai bawah dan disekitar taman.” ujar Abd. Waris selaku santri Ma’had Aly.

Dengan adanya pengasapan ini, diharapkan santri Nurul Jadid, lebih-lebih santri Ma’had Aly selamat dari penyakit demam berdarah.

Kontributor : Alfin Haidar Ali

Intruksi Bu Nyai: Santri Ma’had Aly Ngaji Kitab Tuhfatul Athfal dan Aqidatul Awam

MahadAly.Enjhe – Mulai hari selasa (16/03) ini,  terdapat pengajian rutin kitab tuhfatul athfal (ilmu tajwid, red) di Musholla al-Amiri (J). Sedangkan setiap malam sabtu, akan ada pengajian kitab aqidatul awam. Sebuah kitab yang membahas tentang ilmu tauhid atau akidah.

Kegiatan pengajian ini merupakan instruksi dari bu Nyai Hj. Lathifah Wafi kepada pengurus wilayah. Kegiatan pengajian ini wajib diikuti oleh seluruh santri, ustaz maupun hadaman di Ma’had Aly Nurul Jadid.

“Pengajian ini merupakan instruksi dari bu Nyai. Untuk kitab bisa langsung membeli ke bagian pengajian wilayah. Harga satu kitabnya lima ribu rupiah. Jadi dua kitab totalnya sepuluh ribu rupiah. Santri Ma’had Aly itu ngaji kitab-kitab besar, tapi jangan sampai lupa dengan kitab kecilnya yang barangkali lebih bermanfaat di masyarakat.” Ujar Ust. Imron Mudhori selaku kepala wilayah al-Amiri (J) dihadapan para santri.

Untuk pengajian perdana malam ini diisi oleh Ust. Kiki Yulianto. Sebagai pertemuan awal, setelah memaknai beberapa baris awal kitab tuhfatul athfal, Ust. Kiki bercerita pengalamannya ketika belajar tajwid pada alm. Kiai Bashori – Malang.

“Dulu ketika lulus dari SMA Nurul Jadid, saya sempat belajar kilatan bulan Ramadhan ke Kiai Bashori Alwi. Untuk biaya satu bulan, baik pendaftaran dan biaya makan saat itu sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.” ungkap pria kelahiran Jember tersebut.

Sedangkan untuk pengajian kitab aqidatul awam akan dimulai pada malam sabtu ini. “Yang jelas, teman-teman santri harus memiliki dua kitab tersebut.” ujar Faiq Julia Iqna’a selaku pengurus bagian pengajian.

Kontributor : Alfin Haidar Ali.