Sebagaimana akad merupakan sesuatu yang wajib dalam berlangsungnya pernikahan. Di dalam akad terdapat ijab dan qobul. Ijab adalah lafadz yang ucapkan oleh wali dari calon mempelai isteri. Qobul adalah lafadz yag diucaplan oleh mcalon mempelai suami.

PERTANYAAN :

Wajibkah bagi suami mendengarkan ijab dari wali?

JAWABAN :

Wajib

IBARAH :

لثاني: التلفظ – بحيث يسمعه من يقربه عادة، وإن لم يسمعه المخاطب – ويتصور وجود القبول منه مع عدم سماعه، بما إذا بلغه السامع فقبل فورا، أو حمل الريح إليه لفظ الايجاب فقبل كذلك، أو قبل اتفاقا – كما في البجيرمي، نقلا عن سم – فلو لم يسمعه من بقربه لم يصح

 

Artinya : kedua, adalah dilafadzkan dengan sekiranya orang yang berada didekatnya mendengar secara kebiasaanya sekalipun lawan bicaranya tidak mendengarkan. Gambarannya adalah adanya qobul dari suami beserta tidak mendengarnya si suami tersebut dengan sesuatu yang apabila ada pendengar yang lain menyampaikan kepadanya, kemudian si suami menqobul secara segera. Atau ada angin yang membawa lafadz ijab, kemudian si suami menqobul secara segera. Atau menqobuk secara kebetulan. Sebagai mana keterangan yang ada di dalam kitab al-bujairimi : Seandainya orang yang di dekatnya tidak mendengarnya maka hukumnya tidak sah.

 

الفقه الإسلامي وأدلته – (ج 9 / ص 41)

 

سماع كلام الآخر: أن يسمع كل من العاقدين لفظ الآخر، ولو حكماً كالكتاب إلى امرأة غائبة، ويفهم أن المقصود منه إنشاء الزواج، ليتحقق رضاهما به.

 

 

 

Artinya : mendengar perkataan yang lain : masing-masing dari orang yang berakad wajib mendengarkan perkataan yang lain. Sekalipun secara hukum, seperti halnya tulisan yang dikirim kepada seoarang wanita yang sedang tidak ada di tempat. Maksud dari hal tersebut adalah menetapkan pernikahan. Agar benar-benar nyata adanya ridha dari kedua belah pihak yang sedang berakad.

 

*Tulisan ini merupakan hasil musyawarah Forum Kajian Kitab Mahasantri (FK2M).